Pencahayaan Foto Makanan: Kuasai Teknik Lighting untuk Hasil Lebih Baik

Pencahayaan foto makanan adalah pembeda antara foto yang membuat orang langsung memesan dan foto yang langsung dilewati begitu saja. Anda bisa menguasai komposisi, food styling, dan penataan piring — tetapi jika pencahayaan fotografi makanan Anda salah, hidangan akan terlihat datar, hambar, dan tidak menggugah selera. Di artikel blog ini, Anda akan belajar cara memperbaikinya.
Ringkasan Singkat: Cahaya samping dan cahaya belakang adalah dua arah pencahayaan esensial dalam foto makanan. Cahaya alami dari jendela adalah sumber gratis terbaik, tetapi panel LED seharga $50 bisa menirunya kapan saja. Aturan utamanya: jangan pernah gunakan flash ponsel, selalu matikan lampu overhead dapur, dan selalu gunakan difusi. Untuk kondisi yang kurang ideal, alat AI seperti FoodShot sangat membantu dengan mengoreksi pencahayaan foto makanan setelah pemotretan.
Mengapa Pencahayaan Adalah Variabel Terpenting dalam Fotografi Makanan
Hidangan yang ditata cantik bisa terlihat sangat berbeda tergantung pada pencahayaannya. Cahaya samping mengungkapkan tekstur renyah kulit ayam goreng. Cahaya belakang membuat segelas es teh bersinar seperti amber. Cahaya overhead yang datar membuat ayam dan teh yang sama terlihat seperti makanan kantin.
Cahaya melakukan tiga hal krusial saat Anda memotret makanan:
- Menciptakan kedalaman — Area gelap dan terang memberikan kualitas tiga dimensi pada makanan sehingga terlihat nyata di layar
- Mengungkapkan tekstur — Cara cahaya menyapu permukaan memperlihatkan kerak, remahan, lapisan gula, dan bekas panggangan dalam gambar makanan
- Menentukan suasana — Cerah dan airy atau gelap dan moody, pengaturan pencahayaan foto makanan Anda menentukan apakah foto terasa seperti brunch hari Minggu atau makan malam intim
Menurut Institute of Culinary Education: "Cahaya menceritakan kisah makanan. Cahaya menampilkan warna, tekstur, dan kesegaran. Tanpa pencahayaan yang baik, semua itu hilang."
Anda tidak membutuhkan peralatan mahal. Memahami arah dan kualitas cahaya jauh lebih penting daripada sumber cahaya itu sendiri. Untuk dasar-dasar lebih lanjut, lihat artikel lengkap kami tentang tips foto makanan. Komunitas r/foodphotography di Reddit juga tempat yang bagus untuk belajar dari orang lain dan melihat contoh nyata.
Cahaya Alami: Standar Emas Pencahayaan Fotografi Makanan
Cahaya alami dari jendela adalah sumber paling flattering dan mudah diakses untuk fotografi makanan — dan sepenuhnya gratis. Kebanyakan fotografer profesional sangat suka menggunakan cahaya alami kapan pun memungkinkan karena tidak ada yang benar-benar menandingi kualitas cahaya siang yang terdifusi.

Cara mengaturnya: Posisikan hidangan 60–90 cm dari jendela besar dengan sinar matahari tidak langsung. Sinar matahari langsung yang menerobos masuk menciptakan kontras keras dan titik-titik terang berlebih. Hari mendung sebenarnya sangat ideal karena awan bertindak sebagai softbox alami raksasa, menyebarkan cahaya secara merata ke seluruh set Anda.
Waktu terbaik untuk foto makanan dengan cahaya alami:
- Pagi (07.00–10.00): Cahaya lembut dan hangat. Sempurna untuk foto makanan sarapan dan brunch.
- Siang (11.00–13.00): Lebih terang dan netral. Cocok jika didifusikan melalui tirai atau kain putih di jendela.
- Sore (15.00–17.00): Nuansa golden hangat yang melengkapi foto makanan kue dan comfort food.
- Mendung sepanjang hari: Cahaya paling konsisten dan merata. Tidak ada highlight keras, tidak ada area gelap pekat — kondisi pencahayaan foto makanan yang ideal.
Yang harus dihindari: Sinar matahari tengah hari langsung yang masuk melalui jendela tanpa difusi. Ini menciptakan kontras dengan tepi keras yang memotong makanan Anda dan highlight berlebih yang kehilangan semua detail.
Tips iPhone: Prinsip cahaya alami yang sama berlaku saat memotret makanan dengan kamera ponsel Anda. Lihat artikel kami tentang fotografi makanan dengan iPhone untuk pengaturan dan trik eksposur khusus ponsel.
Metode Jam: Bagaimana Arah Cahaya Mengubah Segalanya
Bayangkan makanan Anda berada di tengah muka jam. Kamera Anda berada di posisi jam 6. Sekarang pertanyaannya: dari mana sumber cahaya berasal?
Satu keputusan ini — arah cahaya — memiliki dampak lebih besar pada gambar akhir Anda dibanding hampir semua variabel fotografi makanan lainnya. Berikut efek yang dihasilkan setiap posisi.
Cahaya Samping (Jam 3 dan Jam 9)
Cahaya samping adalah arah paling serbaguna dan paling sering digunakan dalam fotografi makanan. Sumber cahaya mengenai makanan dari kiri atau kanan, menciptakan kontras alami yang mengungkapkan tekstur dan kedalaman.
Mengapa efektif: Area gelap yang jatuh ke satu sisi memberikan kualitas tiga dimensi pada makanan. Anda bisa melihat kerak renyah roti artisan, alur pada sayuran panggang, lapisan-lapisan irisan kue. Cahaya dari kiri (jam 9) cenderung terasa paling alami bagi pemirsa karena kita membaca dari kiri ke kanan — menjadikannya posisi pencahayaan foto makanan paling populer.
Terbaik untuk: Roti dan kue, daging panggang, hidangan utama yang sudah di-plating, makanan goreng — apa pun dengan tekstur permukaan yang ingin Anda tonjolkan.
Cara mengaturnya: Tempatkan sumber cahaya (jendela atau panel LED) tepat di samping. Posisikan papan foam core putih di sisi berlawanan untuk mengisi area gelap secara halus tanpa menghilangkannya.
Cahaya Belakang (Jam 12)
Backlighting menempatkan sumber cahaya di belakang makanan, menghadap ke arah kamera Anda. Ini adalah posisi pencahayaan andalan untuk foto makanan yang bersifat cair atau beruap.
Mengapa efektif: Cahaya yang menembus makanan transparan — minuman, sup tipis, saus — menciptakan glow alami yang indah. Cahaya ini menggambar garis terang di tepi makanan (disebut rim light) dan menangkap uap yang naik dari hidangan panas secara dramatis dengan latar belakang gelap.
Terbaik untuk: Minuman, koktail, sup, hidangan apa pun yang ingin Anda tampilkan uapnya, makanan berglaze, dan bahan-bahan transparan.
Cara mengaturnya: Posisikan sumber cahaya tepat di belakang makanan. Letakkan kartu pantul putih antara kamera dan subjek (di bawah frame) untuk mengarahkan cahaya kembali ke bagian depan hidangan. Tanpa ini, Anda hanya akan mendapat siluet.
Cahaya Samping-Belakang (Jam 10–11 atau 1–2)
Ini adalah arah pencahayaan foto makanan yang banyak dipilih profesional sebagai setup default mereka. Menggabungkan kekuatan cahaya samping dalam mengungkap tekstur dengan glow rim light dari cahaya belakang.
Mengapa efektif: Anda mendapatkan definisi tiga dimensi yang kuat, highlight tepi yang indah, dan kemampuan menangkap uap, kilau, serta transparansi warna sekaligus. Tekstur halus kue, marbling salmon, kepulan uap dari ramen — sudut ini merender semua itu dengan indah.
Terbaik untuk: Hampir semua jenis makanan. Ini posisi paling dinamis dan serbaguna, serta default yang andal saat Anda ragu. Jika Anda baru mulai belajar pencahayaan fotografi makanan, mulailah dari sini.
Cahaya Depan (Jam 6) — Hindari Ini
Cahaya depan menyelaraskan sumber cahaya dengan kamera Anda, memancarkan pencahayaan datar ke bagian depan makanan. Ini menghilangkan hampir semua kontras.
Mengapa gagal: Makanan terlihat datar, dua dimensi, dan tanpa kehidupan. Inilah yang terjadi saat menggunakan flash ponsel — cahaya menyembur langsung dari posisi kamera, membuat semuanya pucat. Ini benar-benar kesalahan pencahayaan foto makanan paling umum.
Aturannya: Jika sumber cahaya tepat di belakang Anda (di posisi jam 6), pindahkan. Posisi samping atau belakang menghasilkan foto yang jauh lebih baik secara dramatis.

Setup Pencahayaan Buatan yang Meniru Cahaya Alami
Tidak semua orang memiliki cahaya alami yang konsisten untuk fotografi makanan. Mungkin Anda memotret di malam hari, di dapur tanpa jendela, atau di restoran tanpa cahaya siang sama sekali. Setup pencahayaan buatan memungkinkan Anda menciptakan kembali kualitas cahaya yang lembut dan terarah kapan pun dibutuhkan.
Panel LED Kontinu
Panel LED adalah titik awal terbaik bagi fotografer yang baru mengenal pencahayaan buatan untuk foto makanan. Berbeda dengan flash studio, LED kontinu memberikan hasil what-you-see-is-what-you-get — cahaya tetap menyala, sehingga Anda bisa melihat persis di mana area gelap jatuh sebelum menekan tombol shutter pada kamera.
Yang perlu diperhatikan:
- Seimbang dengan cahaya siang (5000–5500K) untuk suhu warna yang netral dan tampak alami
- Kecerahan yang bisa diatur sehingga Anda dapat menyesuaikan intensitas sesuai set Anda
- CRI 95+ (Color Rendering Index) untuk reproduksi warna yang akurat — krusial saat memotret makanan
Panel LED budget-friendly di kisaran $50–$150 benar-benar berfungsi dengan baik. Satu panel yang dipasangkan dengan diffuser bisa menggantikan jendela sebagai sumber pencahayaan utama foto makanan Anda.
Softbox dan Panel Difusi
Softbox mengubah sumber cahaya buatan apa pun — LED, strobe, bahkan bohlam telanjang — menjadi sumber cahaya yang besar, lembut, dan merata. Ini adalah kotak yang dilapisi bahan reflektif dan ditutup panel transparan di depannya.
Mengapa ukuran penting: Semakin besar softbox relatif terhadap subjek, semakin lembut cahayanya. Softbox berukuran 60×90 cm yang diposisikan 60–90 cm dari set Anda menghasilkan cahaya yang sangat mirip jendela besar di hari mendung — yang merupakan tampilan yang diinginkan kebanyakan fotografi makanan.
Padukan softbox dengan LED kontinu untuk setup pencahayaan buatan foto makanan yang lengkap. Untuk rekomendasi peralatan, lihat artikel panduan peralatan fotografi makanan kami berikutnya.
Studio Strobe (Unit Flash)
Strobe memancarkan kilatan cahaya singkat dan intens. Sangat bagus untuk membekukan gerakan — memotret madu yang dituang, gula halus yang ditabur, atau menangkap uap yang naik dari piring yang baru disajikan.
Kekurangannya: Anda tidak bisa melihat preview cahaya sebelum menyala (tanpa modeling light), dan kurva pembelajarannya lebih curam. Untuk kebanyakan pemilik restoran dan blogger, panel LED kontinu adalah pilihan lebih praktis untuk pencahayaan fotografi makanan sehari-hari.
Diffuser dan Reflektor: Membentuk Cahaya Anda
Sumber cahaya Anda hanyalah setengah dari persamaan. Cara Anda memodifikasi cahaya tersebut menentukan apakah foto makanan Anda terlihat amatir atau profesional.
Diffuser (Melunakkan Cahaya Keras)
Diffuser adalah bahan semi-transparan apa pun yang ditempatkan antara sumber cahaya dan makanan Anda. Alat ini menyebarkan cahaya, menciptakan pencahayaan foto makanan yang lebih merata dan flattering.
Opsi profesional: Panel difusi lipat (kit reflektor 5-in-1 biasanya sudah termasuk satu), panel depan softbox, dan frame scrim khusus.
Opsi DIY yang sangat efektif:
- Seprai putih atau tirai tipis yang digantung di jendela
- Kertas roti atau kertas lilin yang ditempel pada frame sederhana
- Tirai shower putih yang direntangkan pada frame pipa PVC
- Lembaran akrilik buram dari toko bangunan ($5–$10)

Reflektor (Mengisi Area Gelap)
Reflektor memantulkan cahaya kembali ke sisi gelap makanan Anda, mengurangi kontras tanpa menggunakan sumber cahaya kedua. Ini cara paling sederhana dan termurah untuk mengontrol pencahayaan foto makanan Anda.

Jenis-jenis reflektor:
- Putih: Isian halus dan netral. Paling umum digunakan dalam setup pencahayaan fotografi makanan profesional.
- Silver: Pantulan lebih intens dengan tambahan kilau. Menghasilkan gambar makanan yang cerah dan berenergi tinggi.
- Gold: Menambahkan nuansa hangat. Ideal untuk fotografi comfort food. Banyak yang sangat menyukai reflektor gold untuk foto roti dan pastry.
- Hitam (flag/negative fill): Menyerap cahaya untuk memperdalam area gelap. Digunakan untuk menciptakan foto makanan bernuansa moody.
Rahasia umum industri: Papan foam core putih dari toko serba seribu bekerja sama baiknya dengan reflektor profesional mana pun. Posisikan di sisi berlawanan dari sumber cahaya, 30–45 cm dari subjek, dan papan ini mengisi area gelap dengan indah.
Pencahayaan Foto Makanan Berdasarkan Jenis Hidangan: Panduan Cepat
Jenis makanan yang berbeda tampil terbaik di bawah setup pencahayaan yang berbeda. Berikut panduan untuk mencocokkan pencahayaan foto makanan Anda dengan hidangan di depan Anda.
Minuman dan Beverage

Gunakan backlight. Cahaya yang menembus cairan menciptakan glow yang memukau — bir amber, wine ruby, koktail keemasan semua menjadi hidup saat Anda memposisikan sumber cahaya di belakang gelas. Tambahkan cahaya samping untuk dimensi ekstra dan reflektor di depan. Fotografer menyukai kombinasi backlight + cahaya samping + reflektor ini untuk foto makanan dan minuman.
Sup dan Hidangan Panas

Gunakan backlight atau cahaya samping-belakang. Tujuan utamanya adalah menangkap uap, dan backlighting membuat kepulan uap terlihat dan dramatis dengan latar belakang gelap. Potret dengan cepat — uap menghilang dalam 30–60 detik setelah hidangan di-plating. Untuk semburan uap ekstra yang terlihat, pegang kain microfiber yang direndam dan diperas dari air panas tepat di belakang mangkok, di luar frame kamera.
Roti, Kue, dan Pastry

Gunakan cahaya samping. Ciri khas roti dan kue — permukaan kerak roti yang renyah, potongan croissant berlapis-lapis, struktur remah kue — semuanya membutuhkan cahaya samping yang kuat dan terarah agar menonjol. Suhu warna sedikit hangat (3500–4000K) melengkapi nuansa keemasan secara alami. Pendekatan pencahayaan foto makanan ini berlaku untuk hampir semua jenis pastry.
Produk Segar dan Salad
Gunakan cahaya lembut terdifusi. Warna-warna cerah akan pudar di bawah cahaya keras tanpa difusi. Difusi lembut mempertahankan warna hijau, merah, dan oranye yang kaya dari produk segar dalam foto makanan. Sedikit backlight menambahkan transparansi indah pada daun selada dan herba. Pertahankan white balance netral hingga dingin (5000–5500K) untuk menghasilkan gambar yang menonjolkan kesegaran.
Makanan Goreng dan Renyah
Gunakan cahaya samping yang kuat di sudut rendah. Anda menginginkan kontras dramatis yang menonjolkan kerenyahan dan tekstur setiap lekukan dan ceruk pada permukaan gorengan. Jangan terlalu berlebihan dalam difusi di sini — fotografi makanan goreng justru diuntungkan oleh sedikit kontras agar teksturnya tampil menonjol dalam gambar Anda.
5 Kesalahan Pencahayaan Foto Makanan yang Merusak Foto
Hindari kesalahan pencahayaan fotografi makanan yang umum ini dan foto Anda akan membaik drastis. Menggunakan pendekatan yang tepat di lain waktu akan membuat perbedaan yang terlihat nyata.
1. Menggunakan flash ponsel Anda. Flash bawaan menciptakan cahaya depan langsung — pencahayaan terburuk untuk foto makanan. Ini membuat warna pudar, menciptakan refleksi keras pada saus, dan menghilangkan semua detail. Matikan secara permanen. Jika Anda butuh lebih terang, naikkan eksposur kamera atau tambahkan sumber cahaya buatan terdekat.
2. Membiarkan lampu overhead dapur menyala. Lampu langit-langit restoran dan dapur memancarkan cahaya datar dari atas dengan rona warna kekuningan (biasanya sekitar 2700K pada skala Kelvin). Lampu ini menghancurkan tekstur dan membuat makanan terlihat hambar. Matikan dan gunakan satu sumber cahaya terarah sebagai gantinya.
3. Mencampur beberapa sumber cahaya. Jendela pada 5500K, lampu pijar overhead pada 2700K, dan lampu neon pada 4000K yang mengenai makanan Anda sekaligus menciptakan rona warna tidak konsisten yang tidak bisa diperbaiki pengaturan white balance mana pun. Gunakan satu sumber cahaya dominan dan matikan semua yang lain di set.
4. Melewatkan difusi. Cahaya telanjang tanpa difusi — baik dari matahari maupun panel LED — menciptakan kontras keras dengan tepi tajam yang memotong makanan secara tidak alami. Selalu letakkan diffuser antara sumber cahaya dan subjek Anda: softbox, panel difusi, atau bahkan seprai putih sederhana.
5. White balance yang salah. Jika foto Anda memiliki rona kuning, biru, atau hijau, white balance Anda tidak sesuai dengan sumber cahaya. Atur secara manual di kamera (5500K untuk cahaya siang, 3200K untuk tungsten) atau gunakan gray card. Ini adalah salah satu kesalahan fotografi makanan delivery paling umum yang merugikan pesanan online restoran.
Pencahayaan Foto Makanan Praktis untuk Restoran
Kebanyakan pemilik restoran tidak membangun studio. Berikut yang benar-benar berhasil di lingkungan restoran yang sibuk untuk pencahayaan foto makanan restoran yang lebih baik dengan waktu dan peralatan minimal.

Buat stasiun foto di dekat jendela. Tetapkan meja kecil di dekat jendela terbesar Anda sebagai spot khusus foto produk makanan. Area 60×60 cm sudah cukup. Siapkan permukaan latar netral di sana (talenan kayu, alas marmer, atau piring putih bersih) dan potret selama jam-jam siang.
Siapkan panel LED portabel. Panel LED kompak bertenaga baterai ($30–$60) yang dijepit ke rak atau disandarkan pada stand kecil memberikan cahaya buatan yang konsisten kapan saja. Posisikan di samping untuk pencahayaan foto makanan yang langsung flattering — arah paling serbaguna untuk kebanyakan makanan.
Gunakan apa yang sudah Anda miliki sebagai reflektor. Serbet putih, kertas printer, atau kartu menu putih yang disandarkan ke gelas air berfungsi sebagai alat pantul cepat. Pegang di sisi berlawanan dari sumber cahaya untuk mengisi area gelap.
Matikan lampu overhead. Meski suasana terlihat redup di mata Anda, kamera akan mengompensasi. Satu sumber cahaya yang terkontrol selalu lebih baik daripada lima yang tidak terkontrol untuk pencahayaan foto makanan.
Lakukan pemotretan secara batch. Potret semua item menu Anda dalam jendela waktu 1–2 jam saat cahaya alami terbaik — biasanya pagi menjelang siang. Ini menghemat waktu dan memastikan hasil konsisten di seluruh menu Anda. Jika Anda mengoptimalkan untuk platform delivery seperti Uber Eats dan DoorDash, pencahayaan foto makanan yang konsisten sangatlah krusial.
Bersihkan lensa terlebih dahulu. Lingkungan dapur menciptakan penumpukan minyak dan uap pada kamera ponsel. Lap lensa Anda dengan kain bersih sebelum setiap sesi. Menurut pakar fotografi Food52, langkah sederhana ini meningkatkan kualitas gambar lebih dari yang disadari kebanyakan orang. Untuk bantuan editing pasca-pemotretan, lihat tutorial blog kami tentang cara edit foto makanan.
Saat Pencahayaan Foto Makanan Bermasalah: Bagaimana AI Memperbaikinya
Anda sudah mempelajari tekniknya. Anda memahami cahaya samping, difusi, dan reflektor. Tapi kenyataannya begini: restoran itu sibuk, kondisi tidak selalu sempurna, dan Anda tidak selalu punya waktu untuk mengatur pencahayaan foto makanan yang ideal.
Di sinilah post-processing AI menjadi benar-benar berguna. Alih-alih memotret ulang, Anda bisa memperbaiki masalah pencahayaan foto makanan setelah foto sudah diambil.
FoodShot AI memungkinkan Anda mentransformasi pencahayaan foto makanan yang sudah ada. Memotret di bawah lampu neon dapur yang keras? AI mengubah tampilannya menjadi cahaya jendela alami yang lembut. Diambil di sudut booth redup dengan rona warna kekuningan? AI mencerahkan, menyeimbangkan eksposur, dan menyesuaikan suasana sambil mempertahankan kedalaman yang realistis.
Berikut yang secara spesifik membantu mengatasi tantangan pencahayaan fotografi makanan:
- Perubahan gaya pencahayaan mengoreksi rona warna, menyeimbangkan kontras, dan menyesuaikan suasana keseluruhan tanpa perlu memotret ulang
- 30+ preset gaya (Restoran, Fine Dining, Instagram, Delivery, dan lainnya) masing-masing menerapkan karakteristik pencahayaan foto makanan yang dioptimalkan untuk konteks tersebut
- Kloning foto referensi memungkinkan Anda mengunggah foto apa pun yang pencahayaannya Anda sukai — dari Pinterest, majalah, atau inspirasi mana pun — dan FoodShot mencocokkan gaya tersebut ke hidangan Anda
- Penggantian background menukar seluruh latar, yang juga mengubah konteks pencahayaan ambient pada background foto makanan
Alur kerja praktis untuk tim restoran: ambil foto cepat setiap hidangan saat di-plating — bahkan dalam kondisi kurang sempurna — dan biarkan AI menangani transformasi setelahnya. Dengan harga $15/bulan untuk 25 gambar, ini hanya sebagian kecil dari biaya fotografi makanan tradisional. Jika Anda ingin menjelajahi langkah selanjutnya melampaui pencahayaan foto makanan manual, lihat cara kerja Fotografi Makanan AI, atau jelajahi kapabilitas studio lengkap FoodShot untuk langsung memulai.
Ini tidak menggantikan pengetahuan pencahayaan fotografi makanan — foto asli yang terpapar cahaya baik memberikan material mentah yang lebih baik untuk AI mana pun. Namun pencahayaan yang tidak sempurna bukan lagi penghalang untuk membuat gambar makanan berkualitas profesional bagi restoran Anda, kafe, restoran fine dining, atau bisnis food delivery. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan ini, jelajahi bagaimana fotografi makanan tradisional dan AI dibandingkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa pencahayaan terbaik untuk foto makanan?
Cahaya samping atau cahaya samping-belakang dari satu sumber terdifusi adalah setup pencahayaan foto makanan paling serbaguna. Posisikan cahaya di posisi jam 9–11 (relatif terhadap kamera Anda di jam 6) dan gunakan reflektor putih di sisi berlawanan untuk mengisi area gelap. Cahaya alami jendela di hari mendung adalah pilihan paling mudah dan paling flattering.
Apakah cahaya alami atau buatan lebih baik untuk fotografi makanan?
Keduanya menghasilkan hasil excellent jika digunakan dengan benar. Cahaya alami lebih mudah dan tidak membutuhkan peralatan — cahaya jendela lembut adalah yang paling mudah digunakan. Cahaya buatan (panel LED kontinu dengan softbox) memberi Anda kontrol penuh terlepas dari waktu, cuaca, atau lokasi. Banyak profesional sangat lebih memilih pencahayaan buatan untuk fotografi makanan karena konsistensi dan repeatability-nya.
Bagaimana cara menghindari bayangan keras pada foto makanan?
Tempatkan diffuser antara sumber cahaya dan makanan. Ini bisa berupa panel difusi profesional, softbox, atau solusi DIY seperti seprai putih atau kertas roti. Kemudian posisikan reflektor putih di sisi berlawanan untuk mengisi area gelap yang tersisa secara halus. Menggunakan kombinasi difusi plus refleksi ini adalah fondasi pencahayaan foto makanan profesional.
Suhu warna apa yang terbaik untuk fotografi makanan?
Cahaya seimbang daylight pada 5000–5500K adalah titik awal paling serbaguna dan netral untuk pencahayaan fotografi makanan. Untuk comfort food hangat dan roti/kue, nuansa sedikit lebih hangat (3500–4000K) memperkuat rona keemasan. Untuk produk segar, seafood, dan salad, cahaya netral hingga sedikit dingin (5500–6000K) menonjolkan kesegaran. Aturan krusial: gunakan hanya satu suhu warna pada satu waktu — jangan pernah mencampur sumber cahaya hangat dan dingin di set yang sama.
Bagaimana cara memotret makanan di restoran yang gelap?
Tiga strategi: (1) Minta meja dekat jendela dan potret selama jam-jam siang, (2) bawa panel LED portabel kecil untuk pencahayaan terarah yang terkontrol, atau (3) ambil foto terbaik yang Anda bisa dan gunakan editor foto makanan AI seperti FoodShot untuk mengoreksi pencahayaan setelahnya. Selalu matikan flash ponsel — flash membuat makanan terlihat lebih buruk. Tripod atau menyangga ponsel ke benda stabil membantu mengurangi blur dalam kondisi foto makanan minim cahaya.
